Dana Pensiun PNSPensiunanPNS

Syarat Dan Cara Klaim Uang Sedih Wafat Pensiunan Pns,Polisi Dan Tni Terbaru

KasihInfo.xyz —Sebagai seorang pensiunan PNS, abah kami masih mendapatkan honor dari pemerintah RI, yaitu berwujud honor pensiun. Setelah dia meninggal dunia, maka honor pensiun masih sanggup diterima oleh ibu kami sebagai janda pensiun. Mengurus honor pensiun janda ini ialah di TASPEN yang ada di kota Banjarmasin.



Sebelum pergi ke Banjarmasin, saya ke BTPN Kandangan lebih dulu, yaitu Bank dimana abah kami mendapatkan honor pensiun tiap bulannya. Awal pensiun abah mendapatkan honor pensiun melalui BRI unit Simpur. Namun terakhir saya ketahui sebelum ajal dia sudah beralih ke BTPN untuk penerimaan gajinya.

Berdasarkan gosip dari BTPN memang kurang lengkap dan terang syarat-syarat yang dibutuhkan apa saja dan berapa rangkap diperlukannya. Oleh alasannya ialah itu di hari yang lain saya pergi ke Kementrian Agama (Kemenag) wilayah Kandangan. Dari sini saya sanggup gosip bahwa nanti dari TASPEN akan sanggup uang murung atas wafatnya abah kami. Setelah itu gres beberapa bulan sanggup honor pensiun janda. Akan tetapi untuk syaratnya di Kemenag juga tidak memiliki catatan. Untunglah pegawai yang biasa mengurusi kepegawaian Kemenag memberi tahu bahwa syarat-syaratnya sanggup dilihat di formulir undangan uang murung wafat dan formulir itu ada di Kantor Pos.

Alhamdulillah di Kantor Pos Kandangan, saya diberi formulir untuk dibawah ke TASPEN Banjarmasin. Ada 2 Formulir. Kedua formulir itu yaitu: SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN UANG DUKA WAFAT (UDW) DAN ASURANSI KESEHATAN, dan SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN. Di belakang salah satunya tertulis PERSYARATAN SP2-UDW sebagai berikut:

I. Yang mengajukan Suami/Istri
(Penerima Pensiun PNS/Pejabat Negara/Veteran/PKRI)
1. Asli dan Fotocopy Surat Kematian dari Lurah / Kepala Desa / Rumah Sakit 2 lembar
2. Asli dan Fotocopy Kartu Identitas Pensiun (KARIP) 2 lembar
3. Potocopy Surat Nikah yang disahkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kartu Istri (KARIS) atau Kartu Suami (KARSU) yang disahkan oleh Lurah / Kepala Desa 2 lembar
4. Fotocopy Surat Keputusan Pensiun 2 lembar
5. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon yang masih berlaku 2 lembar
6. Pasfoto terakhir / terbaru pemohon ukuran 3×4 (tanpa tutup Kepala dan kacamata) 2 lembar

II. Yang mengajukan Suami / Istri
(Penerima Pensiun ABRI)
1. Asli dan Fotocopy Surat Kematian dari Lurah / Kepala Desa / Rumah Sakit 2 lembar
2. Asli dan Fotocopy Kartu Identitas Pensiun (KARIP) 2 lembar
3. Fotocopy Surat Nikah yang disahkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kartu Penunjuk Istri (KPI) yang disahkan oleh Lurah / Kepala Desa 2 lembar
4. Fotocopy Surat Keputusan Pensiun 2 lembar
5. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon yang masih belaku 2 lembar
6. Pasfoto terakhir / terbaru pemohon ukuran 3×4 (tanpa tutup kepala dan kacamata) 3 lembar
7. Asli dan Fotocopy Bintang Angkatan, untuk 2 lembar
    a. Angkatan Darat: Bintang Kartika Eka Paksi/ Bintang Sewindu
    b. Angkatan Laut: Bintang Jalasena
    c. Angkatan Udara: Bintang Swa Bhuwana Paksa
    d. POLRI: Bintang Bayangkara Nararya

III. Yang mengajukan Anak / Ahli Waris
1. Mengisi
    a. Formolir Surat Kuasa Ahli Waris 2 lembar
    b. Formulir Surat Keterangan Penguburan 2 lembar
2. Asli dan Foiocopy Surat Kematian dan Lurah / Kepala Desa / Ruman Sakit 2 lembar
3. Asli dan Fotocopy Kartu identitas Pensiun (KARIP) 2 lembar
4. Fotocopy Surat Keputusan Pensiun 2 lembar
5. Fotocopy Kartu Tanda Pendudu (KTP) pemohon yang masih berlaku 2 lembar

Pengajuan yang dilakukan oleh anak/ahli waris hanya berlaku bila suami/istri yang bersangkutan (yang pensiun) sudah meninggal dunia, demikian keterangan dari pak Pos pada saya. Sehingga saya harus melengkapi point I saja, berhubung masih ada ibu kami.

Formulir itu saya fotokopi 2 kali, sehingga jumlahnya ada 4 lembar. Keempat lembar formulir itu kemudian ditandatangani ibu saya, untuk isiannya saya biarkan kosong, nanti di TASPEN Banjarmasin saja mengisinya sehingga sanggup dibimbing petugas semoga tidak terjadi salah isi.

Setelah persyaratan lengkap saya pun pergi ke Banjarmasin ditemani adik saya. Ibu tidak sanggup ikut berhubung masih rada sakit dan kondisi fisik yang lemah. Alhamdulillah, persyaratan yang kami bawa lengkap sehingga urusan tidak sulit. Petugas hanya mengambil 1 dari setiap fotocopy sebagaimana point I di atas, KARIP orisinil juga diminta dan pasfoto ibu ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar.

Sebenarnya apabila ibu kami sanggup tiba pribadi ke TASPEN Banjarmasin, maka Uang Duka Wafat dan Asuransi Kematian sanggup pribadi diterima. Karena ibu kami tidak tiba langsung, maka uang tersebut akan dirimkan oleh pihak TASPEN melalui Pos Indonesia. Nah bila suami/istri ada memiliki rekening Bank tertentu, uang itu sanggup ditransfer ke rekening itu (kalau tidak salah). Untuk besarnya, Uang Duka Wafat yang diberikan pada ibu kami berdasarkan petugas di TASPEN ialah 3x honor pensiun abah.

Selanjutnya di bulan berikutnya ibu kami masih akan mendapatkan pemberian pensiun abah selama 4 bulan lamanya. Setelah 4 bulan maka bulan berikutnya gres akan mendapatkan honor pensiun janda yaitu sebanyak 36% dari honor pensiun abah. Namun sebelumnya perlu ke TASPEN Banjarmasin lagi mengurus permohonan pembayaran pensiun Janda/Duda. Untuk itu formulirnya telah diberikan oleh pihak TASPEN dikala pengurusan undangan pembayaran uang murung wafat tadi.

Demikian gosip mengenai Syarat dan cara pengajuan uang murung wafat bagi Pensiunan PNS, Polisi Republik Indonesia dan TNI, semoga gosip ini bermanfaat untuk kita semua.

Tags
Show More

Related Articles

Close