GuruSertifikasi GuruTunjangan Profesi Guru

Selain Derma Profesi Guru, Guru Yang Lulus Sertifikasi Juga Mendapat Akomodasi Gres Berupa Uang Makan !!

Selamat siang bapak dan ibu guru seluruh indonesia yg sedang menjalani aktifitas dimanapun berada. Salam sejahtera untuk kita semua. Malam hari ini kami hadir kembali dengan gosip seputar Sertifikasi guru yg sedang menjadi topik hangat perbincangan para guru indonesia.  Berita ini kami kutip dari situs manadopostonline.com, dan silahkan disimak gosip lengkapnya dibawah ini.
Pahlawan tanpa jasa berstatus guru sertifikasi, akan  berpesta uang. Pasalnya,  selain Tunjangan Sertifikasi Guru (TSG),  mereka dimanjakan  lagi dengan uang makan. Untuk tahun 2016, pemerintah menganggarkan sekira Rp216 miliar. 
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Manado Corry Thelma Tendean, anggaran sekira Rp216 miliar tersebut diberikan khusus bagi yg berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). 
“Dana yg cukup banyak ini terbagi antara TSG dan uang makan. Kalau TSG, SK Dirjen Pendidikan sudah turun. Saat ini kami sementara menunggu petunjuk teknis (Juknis) akan pembayarannya. Sedangkan, uang makan  sudah ada beberapa yg cair. Yg belum cair berarti  juru bayar sekolah dan UPT belum memasukkan kelengkapan berkasnya,” ungkapnya. 
Dijelaskan Tendean, uang makan tersebut dibayarkan kekepada guru  sertifikasi  sesuai rekapan kehadiran. Setiap harinya, sang guru diberikan  jatah Rp25 ribu untuk biaya makan. Dan dimasukkan ke dinas setiap bulannya. Sementara, TSG dibayar per-triwulan, sesuai besaran honor pokok masing-masing guru. 
Lanjut Tendean, semua  fasilitas yg diberikan kepada guru sertifikasi tersebut harus diverifikasi dulu. Mulai dari pemeriksaan, akta profesi mengajar. Kemudian, guru wajib mengajar minimal 24 jam pelajaran per satu pekan. 
“Dan yg paling penting, mereka harus mengantongi Surat Keputusan Pencairan Tunjangan Profesi (SKTP). Kalau tidak punya, tidak akan dibayarkan,” ungkap salah satu srikandi Pemkot ini. 
Sementara, untuk guru sertifikasi  berstatus non-PNS, dikatakan Tendean, merupakan tanggung jawab Pemprov. “Khusus Manado, ada sekira  298 guru sertifikasi non-PNS. Dan prosedur serta  pembayarannya, sesuai ketentuan menjadi wewenang Pemprov,” imbuhnya. 
Melihat begitu banyaknya  fasilitas yg didapat guru sertifikasi, sudah selayaknya dunia pendidikan di Manado maju. Hal inilah yg dikemukakan salah satu orang renta murid yg diwawancarai koran ini. 
“Kalau sudah begini, harusnya kualitas guru makin baik. Mulai dari penguasaan bahan pelajaran hingga teknologi. Sehingga, menular kepada murid. Juga untuk pemerintah, supaya selektif memperlihatkan gelar sertifikasi,” tutup Meyta Pantow, warga Karomabasan.
(dikutip dari : http://manadopostonline.com)
Bagaimana pendapat bapak dan ibu? Jika berkenan mohon dituliskan dikolom komentar ya..terima kasih telah berkunjung..

Tags
Show More

Related Articles

Close