Berita GuruPPG

Sarjana Pendidikan Ingin Jadi Guru Wajib Ikut Ppg, Sistem Asrama

KasihInfo.xyz —Sistem penerimaan tenaga profesi guru diubah. Mengadopsi teladan profesi dokter, sarjana pendidikan yang ingin menjadi guru sekarang wajib mengikuti pendidikan profesi guru (PPG).


Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristek Dikti Ali Ghufron Mukti menyampaikan, sebelumnya untuk sanggup mengantongi profesi guru ini, lulusan sarjana pendidikan cukup mengikuti program Sarjana mendidik di tempat terdepan, terpencil dan tertinggal (SM3T). Namun, seiring penilaian yang terus dilakukan hal ini masih dinilai kurang.
”Ternyata tidak cukup. Perlu ada suplemen kompetensi pedagogic. Undang-undang juga mengamanatkan untuk wajib mempunyai akta profesi dulu yang nanti diperoleh lewat PPG,” ungkapnya pada Koran ini, kemarin (28/4).
Nah, penambahan kompetensi ini akan digenjot dalam program PPG tersebut. Mereka yang ingin menjadi guru wajib mengikuti jadwal dua semester ini.
PPG sendiri direncanakan menganut sistem asrama. ”Nanti dibimbing untuk meningkatkan kompetensi jadi guru dari segi sikap, abjad dan cara mengajar ketika di PPG ini,” jelasnya.
Diakuinya, jadwal ini tidak mudah. Apalagi untuk penyiapan tenaga pengajar pada jadwal studi yang mulai dibuka bebas pada Juni 2017 nanti.
Sebab, pemerintah berkeinginan semoga rasio dosen dan mahasiswa sanggup lebih baik daripada pendidikan sarjana. Sehingga, proses mencar ilmu mengajar sanggup lebih fokus.
Saat ini sendiri, rasio dosen dan mahasiswa untuk prodi ilmu eksak ialah 1:25. Sedangkan ilmu sosial rasionya mencapai 1:35.
”Karena ini butuh penajaman skill, pengamatan dan lainnya maka harus lebih kecil lagi. Sedang diusahakan,” ungkap Mantan Wakil Menteri Kesehatan itu.
Kabag Perencanaan Sumber Daya Iptek Kemenristek Dikti Agus Susilo Hadi menambahkan, rintisan jadwal ini sejatinya sudah dimulai.
Ada 3 ribu sarjana pendidikan yang menempuh program PPG di 23 perguruan tinggi tinggi. ”Hanya memang tahun ini resminya dibuka,” tuturnya.
Rencananya, ada 10 ribu kuota PPG yang dibuka secara umum. Dengan peningkatan sampai 3 kali lipat ini, tentunya membutuhkan jumlah perguruan tinggi tinggi yang lebih banyak.
Karenanya, pemerintah berencana menggandeng perguruan tinggi tinggi swasta untuk sanggup menyelenggarakan PPG ini.
”Mutu perguruan tinggi tinggi swasta ini tentu harus sama dengan rintisan. Kami masih mengevaluasi mana saja yang sesuai dan mumpuni. Mulai dari jumlah dosen, kualifikasi dosen, sarana dan pasarana juga,” jelasnya.
Agus mengungkapkan, jadwal ini diwajibkan untuk seluruh sarjana pendidikan yang ingin menjadi guru di semua jenjang.
Mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. ”Wajib punya akta didik,”tandasnya.
Program ini sendiri menerima pinjaman penuh dari Ikatan Guru Indonesia (IGI). Ketua umum Pengurus Pusat IGI Muhammad Ramli Rahim sepakat, PPG ini wajib dijalani oleh sarjana pendidikan.
”Guru kan itu sebagai profesi, jadi harus professional. Ini ditempuh dengan pendidikan profesi. Sama menyerupai sarjana hukum, kan tidak sanggup pribadi jadi pengacara dulu. Harus ada pendidikan profesi,” jelasnya.
Ramli menuturkan, kewajiban PPG ini sejatinya akan dibebankan pada sarjana pendidikan diatas tahun 2005 sesuai amanat undang-undang.
Namun, dalam perjalanannya sendiri untuk sanggup memperoleh akta profesi ini guru wajib mengikuti pendidikan latihan profesi guru. Sehingga, bagi yang lulus otomatis sudah mengantongi akta ini.
Sumber: jpnn
Demikian isu mengenai sarjana yang mau jadi Guru harus mengikuti Program PPG berasrama.

Tags
Show More

Related Articles

Close