Honorer Indonesia

Rancangan Solusi Tenaga Honorer Di Revisi Uu Asn

BERITAPNS.COMSahabat pembaca blog gosip pns dan honorer, sudah tahukah anda bahwa Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Arif Wibowo menyampaikan dalam perekrutan tenaga honorer menjadi aparatur sipil negara pada revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) cukup dengan prosedur verifikasi validasi. “Verifikasi validasi menjadi penting apakah benar jumlah honorer itu sebanyak itu,” kata ia di Jakarta, Rabu, 8 Februari 2017.  
Menurut Arif, selain dengan verifikasi validasi, pengangkatan tenaga honorer memperhatikan kemampuan negara. Ia menyampaikan tenaga honorer harus diselamatkan dengan mengakibatkan mereka PNS. Sebab, mereka sudah puluhan tahun bekerja untuk kepentingan keluarganya. Namun Arif meminta nantinya ada pengawasan dari setiap pengangkatan terhadap tenaga honorer. Itu harus dilakukan untuk mencegah adanya pihak-pihak yang menyusup ingin menjadi pegawai negeri. Dalam proses verifikasi validasi nantinya akan memperhitungkan pengalaman dan berkas manajemen yang valid. “Banyak variabel yang menentukan,” kata dia. Menurut Arif, dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara ketika ini belum ada pasal yang mengakomodasi soal tenaga honorer. Untuk itu, dalam revisinya nanti akan dimasukkan ketentuan peralihan untuk menunjukkan kepastian aturan kepada mereka. Ia memastikan revisi ini nantinya bisa merangkul para tenaga honorer yang sudah puluhan tahun bekerja tanpa kepastian. “Ke depan jikalau ini sudah akibat yang ada hanya PNS dan P3K, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja dengan penilaian setiap tahunnya,” kata Arif.
Menurut Arif, para tenaga honorer tidak perlu melaksanakan seleksi untuk diangkat menjadi PNS. Alasannya alasannya ialah mereka sudah puluhan tahun mengabdi. Selain itu, apabila diseleksi, belum tentu bahan seleksinya kompatibel. Ia menilai dengan seleksi maka semakin membatasi ruang mereka untuk diangkat menjadi pegawai negeri.  Arif justru mempertanyakan perilaku dari Komisi Aparatur Sipil Negara yang menolak perekrutan tenaga honorer tanpa seleksi. Alasan komisi menolak karena belum tentu semua tenaga honorer kompeten. “Harus dilihat secara baik, mereka kami hargai alasannya ialah dedikasi kepada negara ini. Mereka jikalau enggak bisa bekerja kenapa tidak dipecat dari dulu,” kata Arif. Berita ini bersumber dari TEMPO.CO.Demikian informasi yang kami sampaikan biar bermanfaat!!

Tags
Show More

Related Articles

Close