Tunjangan Guru

Pemberian Tunjangan Guru Menurut Ketidakhadiran Dan Kedisiplinan

Tunjangan Guru sangat membantu bagi guru pns dan Non-PNS untuk mencukupi kebutuhan hidup. Oleh alasannya itu Pemerintah selalu berupaya untuk mengganggarkan untuk menawarkan tunjangan guru ini. namun dilain sisi Pemerintah terus mengkaji cara untuk menawarkan tunjangan disamping itu kualitas guru sebanding dengan tunjangan yang diberikan.



 Oleh alasannya itu muncul ide-ide Pemberian tunjangan bagi guru akan diperketat. Besaran tunjangan menurut absensi dan tingkat kedisiplinan. Guru yang tingkat kehadirannya di sekolah kurang, atau kerap terlambat, akan dikenakan pemotongan tunjuangan. Saat ini hukum pemotongan tunjangan tersebut sedang disusun. Rencananya tunjangan yang akan dipotong ialah sertifikasi dan pakasi guru.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo mengaku semua ini dapat diberlakukan. Apalagi pertimbangan atas tunjangan tunjangan tersebut, tetap menjadi kewenangan Pemprov Sulsel. Salah satu yang jadi penilaian ialah pengisian ketidakhadiran melalui aplikasi E-Panrita. Selain itu UPTD juga akan mengevaluasi setiap bulan ketidakhadiran guru yang ada di sekolah.

“Rencananya itu akan mulai kita terapkan 2018 mendatang. Regulasinya sementara disusun, termasuk soal besaran tunjangan yang dipotong,” kata Irman yang Beritapns.com kutip dari JPNN (13/11/17).

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia, Muh Ramli Rahim merespons faktual adanya rencana pemotongan tersebut. Kata dia, khusus untuk tunjangan pakasi memang ditujukan untuk kinerja guru. Namun, untuk tunjangan seritifkasi, ia beropini itu berlaku nasional aturannya sehingga tidak perlu hukum pemotongan untuk tunjangan tersebut.

Semoga saja langkah Pemerintah ini sudah sempurna sehingga pemberian/ kenaikan tunjangan sebanding dengan peningkatan kualitas guru.

Tags
Show More

Related Articles

Close