CPNS GuruHonorer K2

Gawat…Jika Joko Widodo Tanda Tangani Ini, Maka Guru Honorer Tidak Mungkin Jadi Pns

KasihInfo.xyz –Harapan para guru honorer kategori dua (K2) untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ternacam pupus.
Keinginan ratusan ribu guru honorer tersebut bakal tidak mungkin terkabul kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

–– ADVERTISEMENT ––

Perjuangan para guru honorer untuk sanggup berstatus PNS bakal menemui jalan buntu bila RPP tersebut ditetapkan pemerintah dalam waktu dekat.
Seperti diwartakan jawapos.com, Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih menjelaskan kalau pihaknya mendapatkan info kalau dikala ini Men-PANRB telah menyusun draf PP wacana penyelesaian honorer K2 dimasukkan dalam P3K dengan prosedur harus melalui tes kembali.
“Karena itu, seandainya Presiden Jokowi menandatangani draf PP tersebut, maka pupus sudah impian kami. Habislah nasib kami dan terhenti sudah langkah kami,” ujar Titi, Minggu (17/12/2017).
Titi lantas membeberkan data mengenai jumlah guru honorer yang berusia 35 tahun ke bawah dengan masa dedikasi 13 tahun. Keseluruhan guru yang masuk kriteria tersebut berjumlah 132.934 orang dengan jumlah gaji per bulan hanya Rp 150 ribu.
Meski demikian, jumlah tersebut akan mengalami penyusutan alasannya yaitu ada yang mengundurkan diri atau meninggal dunia.
Titi juga menuturkan kalau sudah banyak upaya yang dilakukan untuk memperjuangkan peningkatan status guru honorer tersebut. Ia menyampaikan kalau sudah banyak organisasi yang berusaha untuk bertemu dan berdialog dengan Presiden Jokowi, namun semuanya mengalami kegagalan. Mulai dari kegiatan presiden ke Banjarnegara sampai program Idulfitri Betawi di Setu Babakan dan Garut.

Tidak hanya itu, sebelumnya juga honorer K2 sudah melayangkan surat resmi ke Sekretariat Negara untuk permohonan audiensi alasannya yaitu tidak sanggup lagi berharap, kecuali kepada presiden.
“Namun, kami harus kecewa alasannya yaitu surat tersebut dijawab oleh seorang Staf Sekretaris Kabinet melalui sambungan handphone. Katanya permohonan ditolak alasannya yaitu kegiatan presiden penuh,” kenang Titi.
Ia berharap Presiden Jokowi terketuk hatinya dan berkenan untuk berpihak kepada guru honorer.
“Karena itu, Bapak Presiden Jokowi, perkenankanlah mendapatkan kami,” harapnya.
Sumber; suratkabar.id
semoga saja pak presiden memperlihatkan solusi yang sempurna bagi guru honorer.

Tags
Show More

Related Articles

Close