PNS

5 Hukum Yang Wajib Diikuti Dikala Kau Jadi Pns, Masih Yakin Mau Jadi Pns?

KasihInfo.xyz —Sampai ketika ini masih banyak yang mengidam-idamkan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Entah sebab impian sendiri atau sebab dorongan orangtua. Atau sanggup juga sebab melihat teman sejawat yang kelihatan sudah sejahtera sejak menjadi PNS.

Alasan yang terdengar ketika ditanya perihal impian menjadi PNS niscaya klasik, yakni adanya jaminan masa pensiun dari negara. Tapi jikalau diselidiki lagi, menjadi PNS gak selalu menyenangkan. Karena itu, sebelum kau memutuskan untuk benar-benar menjadi PNS, pertimbangkan dahulu apakah kau sudah siap dengan semua hal ini.

1. Harus siap ditempatkan di pelosok.
Namanya aparatur negara, berarti sudah harus siap mendapat kiprah di mana saja. Hal utama inilah yang perlu kau pikirkan bila ingin menjadi PNS. Dikutip dari Okezone, hal ini juga sudah tertuang pada Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN).
Jadi, buat kau yang belum terbiasa ngekos atau jauh dari orangtua silakan pikirkan lagi. Sementara buat kau yang sudah pernah ngekos dan jauh dari orangtua, tetap harus memikirkan juga. Kira-kira sudah siap atau belum jikalau ditempatkan di pelosok yang bahkan sulit dijangkau sinyal ponsel selama 5 tahun?

2. Gaji yang belum tentu naik setiap tahun.

Saat bekerja tentu kita mengidam-idamkan yang namanya naik jabatan. Atau setidaknya, naik gaji. Barangkali bagan untuk urusan dua hal itu sanggup terlihat terperinci bila kita bekerja pada perusahaan swasta dilihat dari peraturannya. Tak jarang ada perusahaan yang selalu memutuskan kenaikan honor sebesar 6% kepada karyawannya setiap tahun.
Tapi belum tentu kenaikan honor sanggup kau rasakan setiap tahun bila menjadi PNS. Setidaknya untuk 3 tahun terakhir tidak ada kenaikan honor pokok bagi PNS. Bahkan juga dengan anggaran tahun depan.
3. Ada hukum ketat jikalau mau bisnis sampingan.
Ada banyak hukum yang benar-benar harus dipatuhi jikalau ingin menjadi PNS. Salah satunya jikalau mau menjalankan bisnis. Mungkin bila di perusahaan swasta, seorang karyawan tak problem mempunyai bisnis sampingan selama pekerjaannya tak ada kendala. Tapi tidak dengan PNS.
PNS dihentikan untuk mempunyai bisnis sampingan. Aturan ini sudah ada pada Peraturan Pemerintah (PP) No.6 Tahun 1974. Meski tak semua golongan PNS dilarang, namun tetap membutuhkan persetujuan dari pejabat yang berwenang bila ingin mendapatkan penghasilan komplemen lewat bisnis sampingan.
4. PNS tak boleh asal terima hadiah, termasuk parcel!
Ini juga menjadi salah satu hukum ketat yang perlu kau pertimbangkan. Apalagi jikalau kau hobinya berburu kuis berhadiah di media sosial. Hati-hati jikalau hingga menang kau malah gak sanggup mendapatkan hadiahnya lho.
Dikutip dari Kompas.com, tertuang dalam hukum bahwa PNS dihentikan mendapatkan aneka macam macam pemberian, menyerupai uang, barang, diskon, tiket atau voucher belanja, dan lainnya. Aturan ini sudah ditetapkan dalam PP No. 53 Tahun 2010 perihal Disiplin PNS pada Pasal 4 angka 8.
Hal itu dikarenakan sumbangan yang diterima oleh PNS sanggup dimasukkan ke dalam gratifikasi oleh KPK. Dan jikalau dilanggar sudah niscaya sanggup mendapatkan sanksi. Tapi bila memang hadiah yang diterima benar-benar tidak sanggup ditolak, PNS diwajibkan untuk melaporkan hadiah tersebut ke KPK semoga tidak dianggap sebagai gratifikasi.
Sudah siap untuk sedikit-sedikit lapor setiap dapet bingkisan?
5. Rentan terjerumus budaya korupsi.

Tindak pidana yang begitu rentan ketika kali pertama menjadi PNS yaitu terjerumus korupsi. Mungkin ketika ini kau sudah bertekad berpengaruh tak akan tergiur korupsi. Tapi bagaimana jikalau ternyata bisikan untuk ikut korupsi lebih menggoda. Apalagi jikalau yang membisiki sangat banyak. Sehingga tak sadar akan menciptakan kita berpikir, ah masuk nerakanya gak sendirian ini. Dan akhirnya, kau pun korupsi juga deh!
Jadi, hingga ketika ini, kau masih kebelet jadi PNS? Atau kau punya pilihan hidup yang lain?
Sumber:indtime.com
Semoga dengan mebaca artikel ini anda lebih tercerahkan,, dan lebih mempersiapkan diri jadi PNS.

Tags
Show More

Related Articles

Close